REVIEW: L.A.GIRL EYESHADOW COLLECTION NUDES PALETTE

Hellow wanita awesome. Kali ini aku mau sharing tentang make up ya, yang kayaknya aku sudah pernah bahas, yaitu eyeshadow. Sbenernya palet ini aku udah punya lama, cuma aku baru nyadar ternyata belum ke review πŸ˜….

Aku itu baru punya dikit banget eyeshadow, dan ketika pengen yang sepalet isi banyak masih bingung beli yang mana. Setelah aku dapet freebies berupa LA. GIRL FOUNDATION, jadinya aku juga pengen beli eyeshadow pallete dengan merek yang sama. Senengnya lagi ternyata lumayan murah cuy. Dan aku pengennya beli palet eyeshadow itu yang lengkap jadi udah gak usah bawa beberapa palet eyeshadow lagi buat kemana-mana. 

Akhirnya aku beli juga dengan pilihan warna yang netral.

Palet eyeshadow ini dari L.A. Girl yang Nudes Collection. Setahuku ada 2 macem palet eyeshadow yang jenis ini, kalau gak salah Nudes dan Neon. Correct me if i’m wrong ya temans. Karena aku masih newbie, jadi aku main aman dan pilih yang Nude aja.

Paletnya sendiri kemasan luarnya warna hitam dan rose gold. Di dalamnya ada sebuah brush yang ujungnya spons dan satu lagi brush tipis kaya lip brush, sayangnya sebelum kefoto udah ilang buat mainan Ical πŸ˜…. Ada kacanya juga di dalam paletnya, dan menurutku kacanya ini pas kalau untuk becermin pas bikin alis. Tapi kalau untuk cermin pas rias wajah, kacanya kurang besar. 

Dibalik kemasannya ini tertulis cara pemakaian eyeshadownya, komposisinya dan beratnya. Nah disini untuk komposisinya ada propylparaben dan mineral oil. Kedua bahan ini tidak terlalu bagus untuk kulit kita jika penggunaannya terlalu sering dan lama. Jadi setelah selesai acara, pastiin membersihkan wajah dengan benar ya. Kapan-kapan aku bakalan sharing tentang bahan-bahan pembuat kosmetik dan skincare, biar kita bisa belajar bareng ya. 

Isi paketnya ini ada 12 warna. Warnanya netral semua, wearable banget, dipake untu aktifitas sehari-hari bisa banget. Dalam satu palet inu ada beberapa eyeshadow yang shimmer dan eyeshadow yang matte. Semuanya punya pigmentasi yang cukup bagus, tapi ada juga beberapa eyeshadow yang chalky terutama yang matte.

Untuk falloutnya sendiri untuk yang matte, lumayan banyak. Tapi untuk yang shimmer hampir tidak ada fallout. Tapi semua warnanya gampang untuk diblend. 

Nah, beginilah pigmentasinya. Ini aku pake kuas buat ngaplikasikan eyeshadow yang shimmer, kalau yang matte aku tambahin pake jari karena kurang begitu keluar warnanya kalau pakai kuas. 

Kalau untuk aku pribadi suka banget dengan palet ini karena udah lengkap untuk semuka. Ada untuk eyeshadownya, ada untuk shading hidungnya, ada untuk highlite, bahkan aku juga pake warna yang paling gelap untuk aku jadiin pengisi alisku. Dan untuk hasilnya aku lebih suka pake eyeshadow ketimbang pensil alis karena pada dasarnya alisku udah tebel dan aku gak handal nglukis alis πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Untuk pigmentasi yang lumayan bagus, eyeshadow ini tergolong murah karena hanya dibandrol dengan harga 100ribuan. Tergantung dimana kalian belinya. Dan bakalan tahan lama untuk aku karena aku sendiri tidak terlalu sering pakai make up. 

untuk ketahanannya sendiri tidak terlalu oke jika dipakai kulit oily ya. Eyelid ku cukup oily, tapi kalau aku pakein primer dulu ya cukup oke. 5 jam setelah pake masih on di kelopak mata. 

Nah itu tadi beberapa hal tentang pengalamanku pake si eyeshadow palette dari L. A. GIRL ini. Aku jadikan poin-poin untuk plus dan minusnya (menurut aku) ya. 

Plus:

  1. Kemasan bukan travel size, tapi karena isi palet nya kepake semua bahkan untuk shading dan highlight, ini termasuk palet serbaguna yang cocok dibawa bepergian. 
  2. Eyeshadow shimmernya punya pigmentasi yang oke, falloutnya nyaris gak ada dan dibaurinnya gampang banget. 
  3. Harganya tergolong kurang untuk palet yang cukup lengkap ini. 
  4. Warna nya netral, cocok dipakai sehari-hari tapi masih ada beberapa warna yang bsa dipakai untuk acara formal. 

Minus:

  1. Masih ada kandungan mineral oil dan paraben. 
  2. Ada kaca di dalam kemasan tapi kurang gede ukurannya. 
  3. Untuk eyeshadow yang matte pigmentasi nya kurang dan falloutnya cukup banyak. 

Nah segitu aja dulu review make up nya kali ini, kritik dan saran silahkan komen ya. Sampai jumpa. πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

REVIEW: MILANI CONCEAL+ PERFECT 2in1 FOUNDATION + CONCEALER [Shade 06 Sand Beige]

Hai semuanya. Bagaimana puasanya?  Semoga masih kuat sampai akhir ya. 

Postingan kali ini adalah tentang foundation aka dempul. Yaitu Milani Conceal+Perfect 2in1 Foundation + Concealer shade 06 Sand Beige. 

Foundation ini (dan bb cream smashbox) adalah hasil dari reedem point ku di Tampil Cantik. Kalian juga bisa lho. Tinggal tulis review tentang beauty, kumpulin pointnya dan reedem deh. Keren kan. 

Oke sekarang lanjut kereviewnya ya.

Foundation ini kemasannya langsung dalam bentuk botol plastik tebel gini. Dikemasan juga tertera informasi produknya. Isinya 30ml, standar foundation jaman sekarang πŸ˜…. Isi dan warna dari foundation bisa langsung kelihatan ya, dan karena terhalang dengan kemasan plastiknya jadi warna yang terlihat dan warna asli produknya sedikiiiiiiiit berbeda. Untuk mengeluarkan produknya juga mudah. Kemasannya dilengkapi pump yang memudahkan kita dalam mengeluarkan produk dan mengontrol seberapa banyak produk yang akan kita gunakan. 

Foundation dari Milani ini mengklaim bahwa foundation mereka:

  1. Medium to full coverage
  2. Lightweight, Oil-Free formula
  3. Longwearing, water-resistant and sweat-proof

Bener gak ya klaim di atas? Mari kita buuuuuuktikan bersama. 

Oh ya, sebelum lanjut ke review selanjutnya, aku mau jembrengin komposisi dari foundation ini ya. Mungkin ada beberapa orang yang alergi dengan bahan tertentu, jadi bisa tau apakah foundation ini bisa diterima kulit kalian atau tidak. 

Komposisi:

Water (Aqua), Cyclopentasiloxane, Isononyl Isononanoate, Cetyl PEG/PPG-10/1 Dimethicone, Butylene Glycol, Mica, Glycerin, BIS-PEG/PPG-14/14 Dimethicone, VP/Eicosene Copolymer, Bis-Vinyl Dimethicone/Dimethicone Copolymer, Ozokerite, Polymethylsilsesquioxane, Disteardimonium Hectorite, Sodium Chloride, Phenoxyethanol, Beeswax (Cera Alba), Glycereth-18 Ethylhexanoate, Potassium Sorbate, Silica, Caprylyl Glycol, 1,2-Hexanediol, Xanthan Gum, Isododecane, Propylene Carbonate, Prunus Domestica Fruit Extract, Glycereth-18, Aluminum Dimyristate, Triethoxycaprylylsilane, Disodium Stearoyl Glutamate, Allantoin, C30-45 Alkyl Cetearyl Dimethicone Crosspolymer, Polyisobutene, C18-21 Alkane. +/- May Contain: Titanium Dioxide (CI 77891), IronOxides (CI 77491, CI 77492, CI 77499).

Mari kita lanjut ke review lagi ya. Kali ini tentang isinya. Tekstur dari foundation nya sendiri ini kental dan gak nyair. Kaya gini lhah pokoknya teksturnya. 

(Foto di atas bagian buku tangan dari tengah ke kiri tanpa foundation, dari tengah ke kanan (yang ada foundation setetes itu) dengan foundation yang telah diblend) 

Shade sand beige ini adalah salah satu shade yang cocok digunakan atau dipake dikulit yang ada yellow tone nya. Warna kulitku ini kuning langsat, dan sebenernya shade ini kegelapan sedikiiiiiiiit banget. Tapi hasilnya malah lebih bagus. 

Untuk aroma. Aku kaya nyium sedikit aroma peppermint di foundation ini. Ada sedikit bau kimia khas dempul tapi seger karena ada bau mint itu tadi. Aku pribadi gak terlalu terganggu dengan bau foundation bahkan yang bau kimianya kuat, jadi untuk foundation ini masih tergolong lumayan ringan untukku. Hasil setelah pake foundation ini adalah wajah berasa glowing. Foundation ini memiliki efek dewy finish, jadi buat yang kulitnya kering pasti suka. 

Oh ya,walaupun foundation ini teksturnya kental, tapi cukup gampang diratakan ke kulit. Pakai sponge gampang diblend, pake kuas juga gampang bahkan pake jaripun bisa. 
Nah foto di atas, paling kiri adalah wajah tanpa foundation. Yang tengah sudah pakai foundation dan yang paling kanan adalah foundation yang dibasuh pake air lalu dilap pake tissue. 

Aku pakai foundation Milani ini mulai dari jam 9 sampai jam 12an. Sengaja aku gak pake bedak lagi karena daerah tulang pipi lagi kering kulitnya. Sekalian mau tes anti airnya. Foundation nya juga gak berat di wajahku, dan yang penting gak  bikin garis halus di wajah. 

Gak terlalu lama sih aku pake foundationnya, tapi selama aku pakai, aku berkeringat banyak. Terutama area dahi, bawah hidung dan dagu. Lalu, aku juga sempet basuh muka pake air, kemudian aku pakein handuk. Tapi gak digosok ya, cuma dipress aja ke muka. Dan hasilnya menurutku foundationnya masih tetep ada. 

Jadi untuk klaim medium to full coverage, βœ….  

Untuk klaim water resistant dan swearproof, βœ….

Untuk klaim lightweight, βœ….

Sedangkan untuk klaim longwearing, aku cuma pakai selama 3 jam dan masih oke.

Secara keseluruhan aku suka sama foundation dari Milani ini. Kalau ditanya jenis kulit apa yang cocok untuk foundation ini, kayaknya semua. Kulit kering kalo pake produk ini bisa bikin kulit wajah terlihat dewy, sedangkan kulit berminyakpun juga bisa pakai karena produk ini oil-free. Jadi gak bikin wajah tambah berminyak, tentunya set dulu pake bedak biar make up lebih awet. 

Oke terimakasih sudah ikutan sharing review kali ini ya, habis ini aku bakalan nyantumin plus dan minus dari foundation ini sebagai penutup sekalian update kalau-kalau nemuin hal baru dari foundatin ini. Sekali lagi makasih dan jangan bosan intip tulisan ku ya. πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

(+)

  • Kemasan rapi, disertai pump jadi mudah mengatur banyaknya foundation yang mau dipake
  • Tekstur foundation ini enak dipake. Kental tapi masih enak diratain ke kulit. 
  • Hasil pemakaiannya enak, ringan,masih kelihatan dewy walaupun foundationnya kental, dan cukup tahan lama. Tahan kena air dan keringat. 
  • Cocok untuk semua jenis kulit. Tentunya untuk kulit yang amat sangat sensitif bisa test dulu di rahang, belakang telinga atau pergelangan tangan ya. 
  • Harga cukup sepadan dengan kualitas. Isi 30ml ini dibandrol dengan harga kurang lebih 150rb. 

(-)

  • Sedikit ada bau khas alas bedak, tapi sedikiiiiiit. Aku pribadi gak terganggu, tapi mugkin untuk orang yang indera penciuman nya sensitif bisa agak terganggu. 
  • Sayangnya ya, foundation ini dikulitku terjadi oksidasi. Atau beberapa jam setelah pakai, warna foundation jadi sedikiiiiiit lebih gelap. Tapi mungkin ini terjadi dikulitku aja ya. 

    Blogger Perempuan

    Review: Smashbox Camera Ready BB Cream Broad Spectrum Spf35 Light/Medium (Sample size)Β 

    Hellow beauty yang rajin dan semangat. Akhirnya pemalaz ini nulis lagi setelah sekian lama 😝.

    Jadi ceritanya, aku 2 minggu lalu reedem point di Tampil Cantik, dan aku bisa dapet 2 produk yang aku suka. Yaitu Milani Foundation yang olus concealer dan BBcream dari Smashbox. Kali ini aku mau bahas yang Smashbox dulu ya. 

    Sebelumnya aku mau ngasih tau tentang website Tampil Cantik ini ya. Jadi, website ini adalah salah satu platform dimana kita bisa mendapatkan reward dalam bentuk produk kecantikan dengan cara mereview berbagai macam produk (khusus make up, skincare dan haircare) .untuk lebih jelasnya langsung ke webnya Tampil Cantik dan pilih menu #writeandearn pada bagian paling bawah halaman. Disana sudah tertulis jelas semua aturan dan cara dapet produk kaya aku gini. 

    Oke balik ke produknya ya, yaitu BBcream Smashbox. Aku sengaja pilih yang ukuran kecil dulu karena takut warnanya gak cocok ke kulit. Bbcream ini juga tidak banyak shadenya, jadi kalau langsung beli ukuran besarnya malah takut gak kepake lagi. Kan emaaaan. 
    Ini adalah penampakannya. Kecil ya, kan emang mini/sample size. Ini isinya 7ml dengan harga 50rb. Tapi tapi tapiiii, pake dikit aja udah oke lho. Mungkin bisa 3-5x pake sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan yang ukuran full size sekitar 30ml dengan harga 170rb. 

    Kemasannya berwarna hitam, sama dengan kemasan yang full sizenya.Terdapat embos tulisan mengenai merek dan beberapa keterangan lain. Bentuknya tube, sama dengan ukuran full nya. Ketika ngeluarin produknya harus hati-hati, sedikit berantakan kalau gak teliti. 

    Untuk kemasan mini ini tidak tertera komposisinya ya. Jadi jika ingin tau mengenai komposisi lengkapnya ada dibawah ini:

    Active Ingredients: Octinoxate 7.5 %; Octisalate 4%; Oxybenzone 2.5 %; Titanium Dioxide 1.10%; Other Ingredients: Water, Dimethicone, Butylene Glycol, Phenyl Trimethicone, Pentylene Glycol, Glyceryl Stearate, Behenyl Alcohol, Trioctyldodecyl Citrate, Polymethylsilsesquioxane, Octyldodecyl Stearoyl Stearate, PEG-40 Stearate, Polyglyceryl-10 Pentastearate, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Triticum Vulgare (Wheat) Germ Extract, Hordeum Vulgare (Barley) Extract , Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Laminaria Saccharina Extract, Pyrus Malus (Apple) Fruit Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Polyquaternium-51, Acetyl Hexapeptide-8, Trehalose, Oryzanol, Octyldodecyl Neopentanoate, Urea, Polyglyceryl-6 Polyricinoleate, Propylene Glycol Laurate, Glycyrrhetinic Acid, Tocopheryl Acetate, Sucrose, Glycerin, Sodium Stearoyl Lactylate, Caffeine, Linoleic Acid, Cholesterol, Lecithin, Squalane, Sodium PCA, Isopropyl Titanium Triisostearate, Propylene Glycol Stearate, Stearic Acid, Polysorbate 20, Sorbitan Laurate, Xanthan Gum, Aluminum Hydroxide, Sodium Hyaluronate, Silica, Disodium EDTA, Pentaerythrityl Tetra-Di-T-Butyl Hydroxyhydrocinnamate, Sodium Dehydroacetate, Chlorphenesin, Phenoxyethanol May Contain: Mica, Titanium Dioxide, Zinc Oxide, Iron OxidesOxides

    Untuk isi produknya sendiri adalah cream, sesuai namanya bb cream, tapi teksturnya masih gampang untuk diblend. 

    Tidak ada bau yang aneh dan menyengat dari bb cream ini. Sebenernya shade yang aku pilih ini sedikit lebih gelap dari warna kulit wajahku, tapi ketika sudah diblend semua, hasilnya malah kelihatan oke dan natural. 

    Bb cream ini medium coverage ya. Jadi tidak bisa langsung menutup bekas jerawat atau noda di wajah. Namanya juga bb cream ya, bukan foundation πŸ˜…πŸ˜…. Tapi bisa menyamarkan dengan ketebalan tertentu. Dengan kata lain, bb cream ini bisa dibuildup sesuai kebutuhan. Dan gak kerasa tebel walaupun tekstur bb creamnya ini kental.

    Untuk ketahanannya sendiri cukup oke melihat ini bb cream. Aku pakai pagi sekitar jam 8an pagi sampe jam 1 siang dan bb cream masih cukup bagus. Dan selama beberapa jam itu di wajahku gak oxide. Mungkin untuk kulit yanh berminyak harus dipakein powder dan harus touch up lagi biar bb creamnya gak cepet meleleh. Tapi so far, aku pribadi suka dengam bb cream ini dan mungkin juga akan repurchase ke full sizenya. Apalagi ada spfnya 35, jadi untuk aku yang males ini gak perlu pakai sunblock secara terpisah. Cukup bb cream ini, set pake bedak dikit, kelar deh. 

    Kesimpulan dari sharing kali ini tentang bb cream dari Smashbox adalah. 

    • Untuk kemasan, biasa aja. Sedikit berantakan ketika mengeluarkan produknya.
    • Isi produknya sendiri berbentuk cream kental tapi tergolong mudah diratakan ke wajah. Tidak ada bau yang aneh, baunya kaya foundation pada umumnya dan tidak menyengat. 
    • Sebenrnya shadenya sedikit kegelapan dengan warna kulit, tapi malah jadi terkesan natural ketika diaplikasikan. Shadenya yang medium ya, untuk shade yang lainnya belum coba. 
    • Coverage medium, bisa dibuild up tapi tidak bisa full menutup noda di wajah. Ini lebih cocok untuk meratakan warna kulit. Jadi terkesan natural dan cantik. 
    • Lebih cocok digunakan untuk jenis kulit kombinasi. Untuk jenis kulit kering, tidak perlu pakai powder buat setnya. Sedangkan untuk jenis kulit berminyak, sebaiknya diset pakai powder dulu. 
    • Ketahanan sekitar 5 jam. 
    • Harga untuk mini size 50rb sedangkan full size 170rb. 

    Ada yang pengen coba untuk beli Smashbox BBCream?  Semoga tulisanku bisa membantu kalian ya.

    Terimakasih sudah mampir kesini, love you πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹.

    REVIEW: LTPro Foundation Primer

    Hallow semua temen-temen cantikku. Kali ini aku mau bahas produ lokal, yaitu LT Pro,  khusus untuk Foundation Primernya. Semua udah pada tau kan kalo LT Pro ini satu payung dengan Latulipe. LT Pro ini versi profesional nya si Latulipe. Begitulah kata para beauty blogger disana 😁. 

    Aku pribadi baru nyoba produk LTPro itu adalah longlasting Lipcreamnya yang emang buwagus luwar biyasa. Pensil alisnya juga keren. Selain itu belum pernah coba secara langsung. Berhubung aku lagi nyari primer buat nutupin pori-pori yang entah kapan mulai membesar ini, dan banyak yang menyarankan pakai primernya LTPro, akhirnya aku beli lah. Karena harganya gak bikin panas hati, pas ada diskon pula,  jadinya mntep buat beli. Aku beli di counternya LTPro di salah satu swalayan di Ponorogo dan dapat diskon jadi cukup bayar 83ribuan saja. 

    Foundation primer sendiri berfungsi untuk base atau dasaran make up yang berguna untuk menjaga make up supaya makin awet, longlasting dan flawless. Nah, kata para beauty blogger dan vlogger, primer dari LTPro ini lumayan bagus. Bener gak ya? Mari dibuktikan bersama. 

    Seperti biasa, pandangan pertama pasti ke kemasan ya. Jadi, kita ulik dulu masalah kemasannya. Primer ini kemasan luarnya adalah kardus kecil (sayangnya kardusnya kebuang akibat dijadiin mainan sama anak πŸ˜₯), kemasan dalamnya tube plastik tebal. Warna kemasannya yang kardus maupun yang tube itu sama, hitam dan silver. Di kemasan terdapat semua informasi yang kita butuhkan. Bentuk tube nya sendiri biasa aja,membuka tutupnya dengan cara diputar seperti biasa. Bentuk tube kaya gini bisa buat kita lebih gampang mengatur seberapa banyak produk yang kita mau. Tapi juga harus hati-hati karena kalo kegencet trus produknya bisa bleberan gak rapi ketika dibuka. 

    Untuk isi produknya sendiri, ternyata agak sedikit beda dengan primer yang aku pernah pakai sebelumnya. Jadi teksturnya itu kental mirip kaya jelly tapi yang lembut gitu. Jadi ada kesan kenyal sedikit waktu dipegang. Tapi ketika diaplikasikan ke kulit, langsung pecah dan gampang diratakan. Primernya bening dan cepat kering setelah diaplikasikan. Mungkin karena kulitku ccenderun ke kering. Setelah dipakai juga primernya tidak lengket dan tidak berminyak dan ada kesan kaya lebih halus atau terlapisi lapisan lembut gitu. Ada yang pernah nyebut teksturnya kaya silicon, sedikit masuk akal sih. Mungkin itu tujuannya untuk menutup pori-pori agar make up nya nanti keliatan flawless. 

    Untuk claim produknya sendiri, primer ini bisa dipakai sebagai base make up sebelum pemakaian foundation ataupun bisa dipakai sendirian tanpa memakai foundation setelahnya. 

    Aku udah cobain pake pelembab setelah itu pakai primer ini dan tanpa foundation lagi. Hasilnya kulitku sedikit berminyak tapi gak sampai yang mengkilap heboh gitu. Hanya terlihat sedikit lebih basah daripada kulitku biasanya. Mungkin karena gak diset pakai bedak jadinya terlihat sedikit berminyak. Nah kalau setelah pakai primer kemudian pakai foundation, memang terlihat lebih tersamarkan ppori-poriku yang cukup besar ini. Aku tunjukkan perbedaan saat aku pakai foundation dengan primer sebelumnya dan saat aku pakai foundation tanpa aku pakaikan primer.

    Sedikit terlihat perbedaannya yang pakai primer, pori-pori masih terlihat tapu tidak terlalu kentara seperti yang tidak pakai primer. 

    Sekarang tentang ketahanan primer. Kalau untuk aku pribadi ketika pakai foundation dengan atau tanpa primer,tidak berpengaruh dengan makeup secara keseluruhan

    Which is bagus. Jadi primer ini membantuku untuk mengawetkan dan memperbaiki tampilan make upku sekaligus tidak mengubah staying power dari keseluruhan make upku.

    Pada intinya,  secara keseluruhan aku suka-suka aja dengan primer dari LTPro iini. Karena bisa membantu menyamarkan pore yang lumayan kelihatan ini tapi tidak punya efek negatif pada make up secara keseluruhan. Dari segi kemasan, tekstur, warna, aroma, saat dipakai semua aku masih suka. Sampai saat ini aku belum menemukan hal yang tidak aku suka. Dan karena aku baru pakai primer itu 2x dengan merek berbeda, jadi aku belum bisa mengatakan ini best primer. Tapi untuk produk lokal dengan harga yang terjangkau, kualitas primer ini perlu diacungi jempol.

    Kalau ditanya repurchase atau enggak, jawabannya adalah MUNGKIN. Karena kalau saja ada yang kualitas nya sama atau lebih bagus dengan harga yang lebih murah,mungkin akan ganti yang lain. Tapi kalau kualitas dan harganya belum ada yang llebih oke dari pada primer ini, mungkin primer ini akan menjadi favorit dan akan beli lagi kalau habis. 

    Oke segitu aja sharing dari aku yang baru pertama kali ini nyobain primer dari LTPro. Semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat dan bisa membantu teman-teman syantik yang pengen beli primer dengan harga yang terjangkau. Terima Kasih  πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹.
    Update : primer ini jangan disimpan di ruangan yang udaranya hangat ya. Teksturnya jadi cair dan hasilnya gak sebagus pas waktu tekstur nya masih gel. 

    ​Review: CHΓ‚TEAU LABIOTTE WINE LIP TINT (Shade CR01 Rose Coral)Β 

    Hay beauty! Ada yang suka drama Korea Goblin? Pastinya salah satu dari beauty ini fans salah satu pemeran utamanya yang bernama Kim Go Eun yang berperan sebagai Ji Eun. Nah, belum lama ini Kim Go Eun menjadi brand ambassador dari sebuah product lip tint yaitu CHΓ‚TEAU LABIOTTE WINE LIP TINT. Kita pastinya sudah tidak asing lagi tentang lip tint ya, karena lip product satu ini memang hype banget karena sering digunakan untuk makeup dalam drama Korea. 

    Lip tint memang mulai booming dari beberapa tahun yang lalu, banyak sekali perempuan di Indonesia yang menggemari lip produk ini karena memberikan kesan alami dan segar pad bibir. Formulanya yang ringan menjadikan produk ini punya banyak penggemar. Nah, sekarang mari kita ubek-ubek tentang merek lip tint yang satu ini. 
    Pertama-tama dari kemasan ya. 

    Kemasan terluar produk ini adalah kardus super kecil berisi beberapa informasi mulai dari merek, nama produk, isi, deskripsi produk, tanggal kadaluarsa dan shadenya. Kebetulan aku dapet 1 warna doang dan yang ukuran mininya. Setauku ukuran full itu 7gr dan ukuran kecil itu 3gr. Dikemasan juga tertulis barcode dan alamat perusahaan. Sayangnya aku gak menemukan komposisi dari liptint ini. Atau mungkin ada tapi aku yang gak tau karena setengah dari tulisannya adalah tulisan Korea. 

    Tapi jangan sedih, kita bisa lihat komposisinya atau kandungannya di beberapa review produk atau di webnya Labiotte. Hasil penelusuranku mengenai komposisinya tidak banyak πŸ˜…πŸ˜… tapi dari berbagai info yang aku temukan bahwasanya lip tint ini menganduk sepivinol atau zat antioksidan yang terkandung dalam ekstrak wine. Claimnya lip tint ini tergolong halal karena kandungan winenya tidak lebih dari 0,5% dari keseluruhan isi produk. 

    Kemasan dalamnya ini yang lucu dan sesuai dengan nama produknya, yaitu berbentuk botol wine tapi dengan ukuran mini. Konsepnya yang lucu dan unik ini patut diacungi jempol dan aku jadi tidak kaget kenapa produk ini laris manis dari awal launching sampai sekarang. Bisa dijadiin koleksi gegara botolnya lucuk! Dikemasan botolnya sendiri juga ada stiker bertuliskan nama brand nya. Botolnya berwarna coklat tua dengan tutup berwarna pastel, 2 warna yanh juga digunakan pada kemasan boxnya.

    Lip tint ini, pada bagian tutupnya nyambung dengan aplikatornya. Karena ukurannya lumayan kecil jadi harus hati-hati ya, takut jatuh aja. Kuas aplikatornya hampir mirip dengan aplikator lip cream atau liquid concealer. Bentuknya cukup ramping dan menyesuaikan bentuk bibir. 

    Cukup untuk tampilan luar, sekarang lanjut k isi produknya. 

    Waktu diswatch ditangan keliatan banget ini cair, seperti kebanyakan lip tint yang lain, dan warnanya sheer atau tidak terlalu pigmented. Aroma dari produknya ini seperti aroma buah segar dan sedikit manis. Dan rasanya ternyata juga manis, tidak sengaja kok ngrasainnya πŸ˜‚.
    Pada saat pemakaian produk, ini yang tricky. Karena pinggiran bibirku ini lumayan gelap, jadi kalo aku aplikasiinnya gak bener malah jatuhnya kaya orang panas dalem πŸ˜…. Buat yang punya warna bibir yanh tidak rata tapi ngotot pengen pake liptint, masih bisa diakali kok. Bisa pake foundation atau lip concealer sebelum pakai lip tint. Gunanya untuk meratakan warna bibir. Jadi biar kesan fresh dan natural setelah pakai lio tint ini dapet. 

    Waktu aku pakai, lip tint ini gampanh dipakai dan diblend. Dan karena cair banget serta sheer, jadi mau dipake berlapis-lapis pun gak bakal gonjreng warnanya dan gak bakal berat. Jujur, aku berasa gak pakai lip produk sama sekali. Mungkin karena cair kali ya, jadi enteng banget. Dan bibir juga masih terasa lembab setelah lebih dari satu jam pemakaian, mungkin ini yang dimaksud dengan claim produknya bahwa liptint ini seperti wine yang melembabkan bibir ketika meminumnya. 

    Untuk ketahanannya, selama 3 jam masih oke,  tapi kalau dipakai makan dan minum yang berwarna mungkin akan lebih cepat pudarnya. Lip tint ini beberoa saat setelah diaplikasikan akan menyerap ke dalam lapisan bibir dan tidak transfer, alias kissproof. Untuk membersihkan nya untuk aku pribadi agak susah. Pakai lip remover gak bisa sekaligus hilang, masih ada sedikit warna yang ditinggalkan. Itu pengalamanku ya, gak pasti sama, soalnya ada beberapa review yang bilang kalau gampang dibersihkan. 

    Okelah, langsung aja ya aku simpulkan jadi poin-poin  dibawah ini. 

    1. Kemasan luar cukup informatif, sayangnya penjelasan tentang komposisi tidak ada. Atau mungkin ada tapi dalam tulisan Korea. 

    2. Bentuk botol lucu, nilai plus bagi beauty aaddict yang suka koleksi make up berdasarkan bentuk kemasannya. 

    3. Aplikator cukup mudah digunakan. 

    4. Lip tint teksturnya cair, beraroma buah manis dan rasanya juga manis. Aku saranin untuk tidak perlu ngerasain ya, πŸ˜…πŸ˜….

    5. Halal, karena kandungan ekstrak wine tidak lebih dari 0,5% 

    6. Lembab, tidak bikin bibir kering. Cukup tahan lama untuk ukuran lip tint. Dan kissproof. 

    7. Cocok dipakai sehari-hari, untuk kerja atau kukiah ataupun anak sekolah. Cocok untuk yang warna bibirnya pucat atau cerah yang merata. Untuk yang punya warna bibirnya gak rata bisa diakali dengan lip concealer atau foundation yang coveragenya Bagus. Kalau gak gitu bakalan aneh jatuhnya. 

    8. Harganya cukup terjangkau. Ukuran fullnya sekitar 90-100rb. Untuk ukuran mini nya sekitar 40-60rb. Tergantung dimana belinya. Karena aku dikasih, jadi aku infokan ranger harganya aja ya 😁.
    Oke segitu review dari aku mengenai lip tint asal Korea ini. Semoga informatif dan bermanfaat ya. Bhay! πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

    Sleek Matte Me Lipcream -Birthday Suit-

    Halooooo temen-temen cantikku di manapun kalian membaca. Sekarang aku lagi pengen review tentang lip product yang sebenernya aku punya udah lama dan udah pernah aku review sekilas. Tapi review kemaren gak fokus gitu, jadi marilah kita bahas bersama tentang lipcream yang pernah booming pada jamannya ini. Yaitu Sleek Matte Me Lip Cream. 
    Aku beli yang shadenya Birthday Suit doang karena waktu itu hanya shade itulah yang masuk dan aku sreg. Lainnya terlalu neon dan terlalu ngejreng. Dan shade ini paaaaaling bisa dipake sehari-hari, paaaaling cocok buat warna kulitku. Mari langsung kita ungkap semuanya dari si Sleek ini. 

    Pertama yang kita bahas adalah kemasan. Waktu aku beli sih modelnya udah gini. Kemasan kaca entah plastik, pokoknya bening, bentuknya balok. Warna tutup hitam yang udah langsung nyambung sama kuas aplikator lipcreamnya. Dari luar udah keliatan warna dari lipcreamnya sendiri. Di tutupnya ada tulisan Sleek dan di body balok ada beberapa informasi mengenai nama produknya. Aku pribadi gak tau apa lipcream ini dijual dalam kondisi balok kaya gini atau masih ada boxnya lagi. Pokoknya aku dapetnya udah kaya gini aja. Untuk harganya sendiri sekitar 100-130rb. Tergantung dimana belinya dan pas ada diskon atau enggak. Untuk harga segitu, seimbang gak sama kualitasnya? Mari kita temukan jawabannya 😁.

    Kalo menurutku ya lip produt dari Sleek ini hampir cair teksturnya. Kerasa creamnya hanya sedikit. Lalu, waktu swatch di tangan Sleek ini keren banget. Pigmentasinya lumayan bagus dan warnanya bisa nutup warna rambut halus di tangan. Itu berarti kemungkinan besar Sleek inj juga bisa nutupin warna gelap di bibirku ini.

    Ketika dipakai di bibir teksturnya seperti yanh aku udah tulis tadi, cream tapi hampir cair. Jadi enak aja diaplikasiin. Kuas aplikatornya kecil jadi memudahkan buat ngolesin lipcream ke sudut bibir. Dan karena aplikatornya kecil, kita ambil produknya bisa dikontrol banyak atau sedikitnya.

    Setelah dioles ke bibirku sekali oles, untuk bagian bibir bawah semuanya tertutup dengan warna lipcreamnya. Untuk bibir atas perlu 2x oles karena garis terluar bibir bagian atas ku ini memang lebih gelap warnanya. Ketika selesai oles ke semua bibir, lipcream ini akan bertransformasi atau berubah dari lipcream yang cair mengkilap gitu menjadi 100% matte. 

    Nah, bagian ini yang ternyata aku pribadi gak suka. Saat proses lipcream berubah jadi matte ini, rasanya bibir kaya disedot. Atau istilah kerennya divacuum. Jadi bibir rasanya kaya lagsung mengkerut dan mengecil. Padahal ya cuma cairannya mengering doang. Dan karena ini jadi 100% matte, lipcream ini jadi 100% transferproof, alias gak bakalan nempel di gelas waktu kalian minum dan gak bakalan nempel di pipi warna lipcreamnya kalo kalian nyiumin bayi. Satu hal lagi yang bikin aku kagok sama si lipcream ini, beberapa puluh menit setelah pakai lipcream, bibirku terlihat banget keringnya. Sampai-sampai, kelihatan juga garis halus di bibir atau cracknya. Kalo dilihat dari jauh emang gak keliatan, kalo dari jarak dekat ya agak serem. Dan kalau dipakai makan yang berminyak, lipcream yang ada di bagian dalam bibirku tadi bakalan pudar, dan pudarnya seperti butiran pasir 😅😅😅. Kok jadinya kaya aku rugi gini ya beli lipcream mahal (menurutku) tapi gak enak dipake. Padahal reviewnya banyak yang bilang oke dan bagus.

    Eeeetapiiiiiii, jangan sedih dulu kalo kalian udah terlanjur beli atau masih tetep kekeh pengen beli lip product ini. Hal kurang enak yang saya alami tadi bukan berarti gak bisa diakali. Bisa banget! Buktinya saya masih teteo pake sampe habis separuh tabung. 

    Pengakalan pertama, pastiin setengah jam sebelumnya kalian pake lip balm sebelum pake Sleek ini. Ini berlaku buat temen-temen yang punya bibir kering ya. Kalau ada yang moist aja bibirnya pake lipcream ini, berarti kalian beruntung dan i’m jealous 😁😁. Bibirku lumayan kering soalnya yes. 

    Nah, setelah pake lipbalm oleskan seperti biasa lipcreamnya ke semua penjuru bibir kalian. Untuk menghindari crack atau munculnya garis bibir yang bikin bibir kita kelihatan kering tandus kerontang, sebelum si lipcream ini nge-set langsung tap pake jari secara merata dan menyeluruh. Aku gak tau dikalian bakalam berhasil atau tidak, tapi di bibirku cara ini cukup bekerja dan crack di bibirku masih ada cuma gak terlalu kelihatan. 

    Dari serangkaian tulisan di atas,  beginilah love-hate ku pada Sleek Matte Me ini

    Love: kemasan handy bisa dibawa traveling. Aplikator pas buat bentuk bibir. Pigmentasi cukup oke. Warna yang terlihat ditabung sesuai dengan warna asli ketika dipakai. 

    Hate: setelah dipakai, proses berubah ke matte bikin bibir serasa di vacuum. Beberapa jam setelah pemakaian, bibir jadi kering dan timbul crack parah dibibir. 

    Tips: gunakan lipbalm sebelum pakai lipcream,  setelah itu tap lipcream yans sudah dioles kebibir kalian sebelum berubah ke matte. Hal ini bisa membantu mengurangi crack dibibir. 
    Nah demikianlah loves, hates, dan tips dari diriku ini. Semoga membantu untuk kalian temen-temen yang punya permasalah bibir kering tapi masih mau nyobain pake llipcream yang matte dan transferproof. 💋💋💋💋💋💋

    Spring Look collab with KBBVIΒ 

    Hayyyyy! 

    Kali ini aku bukan mau bahas review ya, tapi mau sharing hasil utekutek dan obok-obok muka dengan bertemakan spring look. Nuansa spring berbunga nan cerah gitu. Tapi tetep terkesan natural soalnya aku pribadi gak pake bulumata palsu dan eyeliner. 

    Kalian bisa ikutan juga (walaupun hari ini terakhir masih bisa khaan),  jangan lupa buat join groupnya di facebook. Bisa di klik foto di atas ya. 

    Kalian juga bisa lihat info selebihnya lewat ig: @atomcarbonblogger disitu sudah lengkap semua ketentuannya dan inspirasi look yang bisa kalian ambil. 

    Untuk look ini aku pakai warna-warna yang bertemakan musim panas seperti kuning, hijau, ungu dan orange. Untuk perlengkapan nya yang aku gunain adalah ini:

    Karena ini jga baru pertama kali aku ubek-ubek wajah dengan warna warni gini,jadi mohon maklum dengan hasilnya :mrgreen::mrgreen::mrgreen:.

    Dari perlengkapanku di atas udah terlihat ya untuk muka aku hanya pake concealer dan two way cake dengan foundation. Lalu untuk alisnya aku gak pake pensil alis karena alisku udah lumayan tebel. Jadi cuma aku rapihin bingkainya pake concealer dan kalo ada yang bolong, aku isi pake eyeshadow hitam. Aku juga gak pake bulu mata palsu dan eyeliner. Untuk hasil akhirnya dengan lightning alami kira-kira seperti ini

    Aku pakai warna transisi dengan warna orange, lalu kelopak mata aku pakein warna ungu. Kemudian di inner corner mata aku pake gold. Gak tau deh kelihatan apa enggak. Untuk bawah mata aku pake warna gold lalu aku sapuin juga warna ijo. Gak lupa pake eyeliner putih di waterline bawah. 

    Untuk wajah,bagian bawah mata, dahi dan dagu aku pakein concealer. Kemudian aku ratain pakai tangan aja, lalu aku tap pake bedak yang udah ada foundationnya. Intinya biar gak ribet aja :mrgreen::mrgreen:. Setelah itu aku pake blush on yang berwarna pink. Untuk bibir, karena garis terluar bibirku itu hitam jadi aku pake coverstick dulu lalu aku timpa pake bedak lagi trus aku pakein lipstick bagian tengahnya biar terkesan kaya pake lip tint. 

    Hasil akhirnya seperti ini 

    Masih banyak yang kurang yes, masih belajar 😝😝😝😝.

    Semoga bisa memberi inspirasi bagi temen-temen yang mau ikutan juga buat bikin spring make up look yes.

    💋💋💋